Kamis, 03 Februari 2011

The Crinn - Dreaming Saturn (2010)

The Crinn - Dreaming Saturn (2010)


Genre: Mathcore / Progressive / Experimental
Album: Dreaming Saturn
Country: USA (Minnesota)
Website: http://www.myspace.com/thecrinn
Bitrate: VBR V0

1. Incipience
2. Meat Eating Machines
3. Anaphylatic Shock
4. Cathartic Insurrection
5. Voluptuous Eruptions
6. Magnetic Magician
7. Syzygy
8. Lucid Dream Field
9. Down, In Waves
for download please check
http://www.mediafire.com/?24h3ue1h8x3mqom

Killharmonic; Ritme Mematikan!


Artis: Killharmonic
Judul Album: Human Race Disgrace
Produksi: Rottrevore Records

Killharmonic adalah seklumit dari jajaran band death metal lawas yang lumayan dikenal oleh kalangan metalhead Indonesia, band yang terbentuk pada tahun 1997 ini digawangi oleh Innu – Gitar, B-Lee – Drum, Deni – Bass, Matto – Vocal. Dengan mengusung musik Technical / Progressive Death Metal, mereka baru saja mengeluarkan album terbarunya yang keempat berjudul Human Race Disgrace dibawah label Rottrevore.
Album ini sungguh terlihat sekali kematangan dari Killharmonic dalam megolah musik yang sedikit menjelimet tapi tetap benang merahnya death metal yang variatif serta progressive, selain itu mereka sanggup menerima tantangan dalam album ini dimana tumpahan dari skill mereka tercurah sudah dengan total tanpa basa basi. Berjumlah 9 lagu diantaranya Supressed Denied Controlled, Self Destruction, Nothing Has Been Gained, The Twelfth Gate, Bloodshed Murder, Soul Burn, The Prey, Dark Path, plus di track terakhir terdapat lagu Crystal Mountain (Cover Version dari Death).
Hampir dalam tiap – tiap lagu dialbum ini memakan durasi waktu yang cukup panjang sehingga kita harus bisa memperhatikan dengan teliti dari masing – masing lagu agar dapat terhayati dengan menggila.Tidak salah kalo mereka sangat terinfluence oleh Necrophagist, Martyr, Theory In Practice, Cynic, Augury, Vile, Monstrosity sungguh Killharmonic mempunyai ritme mematikan yang luar biasa saat ini. (A

Detritivor; New Style dalam Death Metal


Artis: Detritivor
Album: CD Promo 2010
Format: CD

Kota Jogjakarta memang tidak kalah dengan kota – kota lainnya yang mempunyai segudang musisi dengan banyak bakat dalam bidang musik, salah satunya adalah Detritivor yang memilih Death Metal sebagai tonggak dari perjalanan band ini. Band yang beranggotakan Anto – Drum, Dimex – Gitar, Fandi – Bass, dan Carlo – Vocal baru saja memuntahkan demo berisikan 4 lagu yang bisa dikatakan mempunyai kharisma baru dalam kancah musik Metal, demo ini dibuka dengan Son of Genious Crime berdurasi 40 detik cukup bisa menggambarkan mempunyai kekuatan musik mereka sendiri lanjut dengan beberapa track didalamnya sepertiExperimental Vivisection, Genocide Conception, Hostage Killer.
4 lagu kebrutalan dalam demo ini membuat kuping tersayat habis dengan luapan skill mereka yang membabi buta ditambah aransemen musik mereka tertata rapih, sound musik mereka lumayan padat dengan sound distorsi gitar yang tebal membuat musik mereka didalam Cd ini tidak monoton.
Detritivor banyak terinfluence oleh band – band seperti Pyrexia, Internal Bleeding, Dying Fetus, Suffocation, Kataklysm, Grave, Slayer, Pantera, Death Vomit adalah generasi Death Metal baru untuk layak dikedepankan karena mereka mempunyai sesuatu yang berbeda. (Az

Contrive; It’s Totally Heavy Metal Album!


Artis : CONTRIVE
Title album : The Internal Dialogue
Format: CD
Metalhead Indonesia harus menyimak album yang satu ini, CONTRIVE – The Internal Dialogue, album dari sebuah band asal melbourne, Australia yang digawangi oleh Paul Houg ( gitar / vokal ), Andrew Haug ( drum ), dan Tim Stahlmann ( bass ) menyajikan ramuan musik Heavy metal dengan kombinasi sound yang keren penuh distorsi yang di tampilkan dalam instrument tidak terlalu membuat telinga bising, terlebih vokal paul yang pada track pertama “Is This The Way” hampir saja terdengar seperti mendengarkan lengkingan vokal dari Tom Araya ( Slayer ). “Both Side All Lies” dan “This Time Last Week” sangat kental dengan musik Heavy metal dengan riff – riff slow dan olah vokal yang slow, “Spirits Alive” menyajikan intro dengan konsep akustik diiringi alunan instrument yang rapih, permainan drum dari Andrew juga sangat apik, penyajian musik yang menawan dari band yang satu ini.
Hampir dari keseluruhan track pada album ini minim riff – riff yang menampilkan raungan pada lead gitar hingga terdengar seperti album milik band FILTER, tapi semua yang di sajikan dalam album ini sangat puas untuk di dengar. Sound yang keren, permainan yang apik, dan juga olah vokal yang wow. Album yang berisikan 8 lagu ini memang benar-benar It’s Totally Heavy Metal Album!
Band yang mulai di bentuk oleh kakak adik Paul dan Andrew (kembar) ini pada tahun 1999 ini juga telah merilis debut album EP yang bertitle FINALLY pada tahun 2001, THE MEANING UNSEEN pada tahun 2005, hingga akhirnya pada pertengahan tahun 2010 ini album THE INTERNAL DIALOGUE patut untuk di perdengarkan dan rasanya sangat sayang untuk di lewatkan.

Antraks; Persembahan Death Metal yang Menyakitkan


Artis: Antraks
Judul Album: Spewing Wrath Blood
Rilis: 2010
Format: CD
Label: Pathologically Explicit Records / Sevared Records
Well, satu lagi band Death Metal asal Jakarta bernama Antraks yang lama tidak terdengar gaungnya ternyata bulan Juni tahun 2010 mereka telah mengeluarkan album kedua yang berjudul Spewing Wrath Blood, dengan total 10 lagu didalamnya justru Antraks mempunyai persembahan yang sungguh agressive dan menyakitkan telinga kita dengan keganasan musik mereka sehingga dengan materi yang segar.
Sadis! Tidak ada kata lagi selain itu yang diberikan untuk mereka (Antraks). Band yang terbentuk pada tahun 2001 ini mempunyai karakter tersendiri dengan gaya musik Brutal Death Metal. Asli musik mereka didalam album ini penuh dengan gempuran – gempuran mematikan serta sound yang padat, harmonisasi riff gitar mempunyai sensasi baru, ditambah vocal Andri yang dominan dengan guttural sehingga membuat musik Antraks terasa berat dan Fuckin Death Metal!
Band yang beranggotakan Andri – Vocal, Luky Akbar – Bass, Pradhika Aryatama – Gitar, Leohardy – Drum, patut untuk di simak dengan apa yang mereka punya pada saat ini, simak saja beberapa sajian mereka seperti; Through An Enomous Carnage, Spawned Inhuman Realms, Consume of Sorrow Defled, Just Frosted Twisted Existence, Unrelenting Carnivore Feastmerupakan tonggak baru dari Antraks yang bermain maksimal dalam bermusik.
Musikalitas yang matang serta skill yang mendukung membuat band ini untuk tidak bisa dipungkiri oleh beberapa Records Label internasional yang berani untuk mengambil mereka untuk dirilis serta didistribusikan dalam skala luas. (Az

Rotor; Legend Thrash Metal are Back!


Artis: Rotor
Judul Album: Remastered 2010
Rilis: Oktober 2010
Format: CD
Produksi: Rotorcorp records
Legend Thash Metal are Back! Yes… ini dia amunisi yang lama tersimpan kini terbongkar sudah dengan dirilisnya album-album lawas milik Rotor dengan format Remastered, berisikan 35 lagu dari album Behind The 8th Ball (1992), Eleven Keys (1995), New Blood (1996), Menang (1997)dibungkus dalam 2 CD digabung menjadi satu kemasan yang sangat memuaskan para pecinta musik metal.
Mungkin inilah salah satu yang harus kita ketahui bahwa Rotor merupakan band lawas(terbentuk pada awal tahun 1991) dan kini menjadi legenda dalam dunia musik metal, siapa yang tidak kenal dengan Rotor berarti kalian tidak / belum mengetahui sejarah yang terukir dalam dunia musik metal Indonesia.
Memang sebagian orang banyak menantikan album-album milik Rotor untuk diperoleh kembali / bahkan ada yang tersisa dipasaran tapi hanya dalam format kaset tapi itupun tidak banyak yang menjualnya, dan inilah saatnya penantian panjang yang ditunggu-tunggu para pecinta musik metal Indonesia.
Dalam album ini kalian bisa menyimak beberapa lagu seperti Nuclear Is The Solution, Behind The 8th Ball, Cursed of Leak, Eleven Keys, My Name is Santet, Pluit Phobia, Nadya… Biar Gini Aja, Diplomasi Gila, Menang, Gatholoco, dan masih banyak lagi tembang-tembang sadis lainnya yang wajib kalian simak.
Jika disimak secara serius album ini bisa dikatakan sangat terasa sekali atmosfir kemurnian Thrash Metal sesungguhnya dari Rotor dan selain itu kita seolah diajak flashback dalam mengenang kejayaan dan perjuangan Rotor dalam dunia musik metal. Rotor yang saat ini tersisakan hanya Irfan dan Bakar hanya bisa memberikan sebuah bukti apresiasi terhadap musik metal dalam bentuk karya seni yang harus terus diperjuangkan. Pembuktian itu sudah ada dan sekarang tinggal kita yang bisa meneruskan untuk lebih maju lagi.
Ada yang berbeda dalam album ini dimana terdapat beberapa lagu Rotor yang dulu sempat dinyanyikan oleh Alm. Jody dan tidak dirilis dalam album-album sebelumnya kini dihadirkan special dalam album Remastered, penasaran kan?
Setelah dirilisnya album Remastered ini, dikabarkan bahwa Rotor akan segera melakukan perjalanan tur eropa dalam rangka memperkenalkan kembali sekaligus mencoba bersilaturahmi dengan musisi internasional. Dan tidak ketinggalan juga bahwa direncanakan tahun 2011 nanti Rotor akan melakukan tur di beberapa kota di Indonesia.
so? Tunggu aja tanggal mainnya ya guys! (Az)

Devoured; Mempunyai Atmosfir Death Metal yang Buas


Artis: Devoured
Album: Demo
Format: CD
Band asal kota Jogjakarta yang satu ini memang patut diacungkan jempol dalam persilatan Death Metal dimana mereka sudah lama malang melintang dalam dunia musik, Devoured yang terbentuk pada tahun 1998 dengan beranggotakan Sastrawan (vocal), Safik (guitar), Mal (Bass), Aldi (Drums) baru saja memuntahkan demo berisikan 2 lagu, yaitu Zombie Masacre danFlestering Feast walaupun diantaranya materi tersebut sudah tidak baru lagi namun atmosfir Death Metal sangat buas.
Tidak percuma mereka terinfluence Suffocation, Disgorge, Decrepit Birth dan terbukti materi mereka sangat menjajikan dan itu sudah terbukti dengan beberapa single mereka yang telah dirilis oleh beberapa label internasional.
Hentakan drum dimateri ini memang terlihat sangat kental sekali ditambah dengan karakter Sastrawan yang menggila bersamaan dengan iringan gitar yang tidak terlalu mendominasikan distorsi kencang namun harmonisasi musik mereka sangat mempunyai intonasi tersendiri. Mungkin semoga kedepannya pembenahan dalam mengolah aransemen dalam kualitas mastering harus ditekankan lagi agar hasilnya terlihat maksimal.
Rasanya tidak puas dengan 2 materi ini yang mereka miliki seakan menagih akan banyak lagi materi sehingga musik yang padat ini mampu memborbardir telinga dengan bengis. Dan semoga saja album mereka segera keluar dengan materi yang lebih sadis, dan mampu memberikan musik Death Metal yang berwarna lagi. (Az)